Thursday, October 12, 2017

Menggantungkan cita-cita yang tinggi dan melampaui rintangan.


Pada topik kali ini saya mencoba menjabarkan quote Presiden pertama Indonesia , Presiden Sukarno: “ Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang. ” Menarik bagi kita untuk memahami apa saja manfaat bila kita menggantung cita-cita dan harapan kita dengan tinggi.


Dalam hidup, kita dapat berbenturan dengan tembok tinggi, halangan, hambatan atau bentuk rintangan lainnya dalam upaya mencapai tujuan. Ada dua reaksi yang mungkin dilakukan: menyerah dan pasrah, atau berusaha untuk mengatasi halangan tersebut. Respon kita tergantung pada setinggi apa kita menggantungkan cita-cita kita dan bagaimana cara pandang kita terhadap terhadap halangan tersebut.

Apabila seseorang menggantungkan cita-citanya rendah, maka cita-cita tersebut mudah terhalang oleh tembok yang tinggi. Seseorang menjadi tidak termotivasi dan mudah berputus asa karena harapan yang di balik tembok tidak tampak olehnya. Ia akan menyatakan bahwa hambatan tersebut terlalu tinggi , kokoh,  sulit atau bahkan tidak mungkin untuk dilalui. Rasa putus asa ini yang menyebabkan seseorang menjadi pasrah, malas, selanjutnya menuju pada beban stress yang tinggi dan depresi.



Kita sering mendengar keluhan dari  orang lain bahwa mereka mentok, halangan terlalu tinggi, kurang modal, kurang keterampilan, sumbar daya tidak cukup, atau apapun alasan yang membuat mereka gagal dan tidak bisa menembus tembok rintangan. Rata- rata mereka punya satu kesamaan: “tidak bisa melihat harapan di balik tembok rintangan”.


Sebaliknya, apabila harapan dan cita- cita kita tersebut digantung tinggi, maka setinggi apapun tembok rintangan, maka cita cita kita masih dapat terlihat. Kemampuan melihat cita-cita yang tinggi membuat tetap termotivasi dan terus bergerak untuk melampaui tembok rintangan tersebut.


Caranya macam-macam: tembok rintangan bisa dipanjat, ditembus dengan palu, menggali terowongan dari bawah, cari jalan alternatif atau usaha apapun untuk bisa menembus rintangan di hadapan kita. Sebagai reminder di sini tentu saja cara yang kita pilih adalah cara- cara yang sesuai dengan norma agama, etika dan hukum.



Saya selalu bilang kepada Raisya puteri saya, “Raisya, orang pintar itu kalah dengan orang yang gigih." Kita bisa meraih apapun yang kita inginkan selama itu kita bersungguh – sungguh dalam cara pandang, ucapan dan perbuatan.” Sungguh beruntung apabila kita dapat menjadi manusia yang cerdas dan gigih dalam menggapai cita-cita.

Salam sehat dan bahagia.



No comments:

Post a Comment