Pada topik kali ini saya mencoba
menjabarkan quote Presiden pertama Indonesia , Presiden Sukarno: “ Bermimpilah
setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.
” Menarik bagi kita untuk memahami apa saja manfaat bila kita menggantung cita-cita
dan harapan kita dengan tinggi.
Dalam hidup, kita dapat
berbenturan dengan tembok tinggi, halangan, hambatan atau bentuk rintangan lainnya
dalam upaya mencapai tujuan. Ada dua reaksi yang mungkin dilakukan: menyerah dan
pasrah, atau berusaha untuk mengatasi halangan tersebut. Respon kita tergantung
pada setinggi apa kita menggantungkan cita-cita kita dan bagaimana cara pandang
kita terhadap terhadap halangan tersebut.
Apabila seseorang menggantungkan
cita-citanya rendah, maka cita-cita tersebut mudah terhalang oleh tembok yang
tinggi. Seseorang menjadi tidak termotivasi dan mudah berputus asa karena
harapan yang di balik tembok tidak tampak olehnya. Ia akan menyatakan bahwa
hambatan tersebut terlalu tinggi , kokoh, sulit atau bahkan tidak mungkin untuk dilalui.
Rasa putus asa ini yang menyebabkan seseorang menjadi pasrah, malas,
selanjutnya menuju pada beban stress yang tinggi dan depresi.
Kita sering mendengar keluhan
dari orang lain bahwa mereka mentok,
halangan terlalu tinggi, kurang modal, kurang keterampilan, sumbar daya tidak
cukup, atau apapun alasan yang membuat mereka gagal dan tidak bisa menembus
tembok rintangan. Rata- rata mereka punya satu kesamaan: “tidak bisa melihat
harapan di balik tembok rintangan”.
Sebaliknya, apabila harapan dan
cita- cita kita tersebut digantung tinggi, maka setinggi apapun tembok rintangan,
maka cita cita kita masih dapat terlihat. Kemampuan melihat cita-cita yang
tinggi membuat tetap termotivasi dan terus bergerak untuk melampaui tembok
rintangan tersebut.
Caranya macam-macam: tembok
rintangan bisa dipanjat, ditembus dengan palu, menggali terowongan dari bawah,
cari jalan alternatif atau usaha apapun untuk bisa menembus rintangan di
hadapan kita. Sebagai reminder di sini tentu saja cara yang kita pilih adalah cara-
cara yang sesuai dengan norma agama, etika dan hukum.
Saya selalu bilang kepada Raisya
puteri saya, “Raisya, orang pintar itu kalah dengan orang yang gigih." Kita bisa
meraih apapun yang kita inginkan selama itu kita bersungguh – sungguh dalam
cara pandang, ucapan dan perbuatan.” Sungguh beruntung apabila kita dapat
menjadi manusia yang cerdas dan gigih dalam menggapai cita-cita.
Salam sehat dan bahagia.





No comments:
Post a Comment