Pengalaman mengikuti konferensi tentang kegawat daruratan di
Capetown, Afrika Selatan pada tahun 2015 mengenalkan saya pada tokoh yang sangat
menarik, yaitu almarhum dokter Peter Safar. Beliau adalah seorang dokter
keturunan Austria yang sangat berjasa di bidang kegawat daruratan serta
mengenalkan tehnik Resusitasi Jantung Paru (RJP) untuk pertama kalinya di dunia
tahun 1950an. Istilah awam yang kita kenal untuk RJP adalah ‘pernafasan
buatan’, sedangkan terminologi (istilah) kerennya disebut ‘the kiss of life’
Peter safar giving ‘the
kiss of life’
Dokter Peter Safar dikenal sebagai seorang tokoh yang sangat
gigih dalam mencapai tujuan dan cita-cita walau seberat apapun rintangan yang
dihadapi. Dalam upaya mencapai tujuan yang kita inginkan, rintangan yang berat
tersebut bahkan terkesan tidak mungkin untuk dilampau/ dicapai. Penyebabnya
karena memang jalan ke sana terhalang oleh tembok yang sangat kokoh dan tinggi,
tidak ada jalan alternatif, atau karena memang tidak ada jalan menuju ke sana !
Untuk mengatasi keadaan deadlock seperti di atas, dr. Peter
Safar memperkenalkan filosofi dua tehnik jalan yang saya kagumi hingga sekarang.
1.
Buldozer tehnik
Sangat sederhana: bila temboknya terlalu
tinggi untuk dipanjat, atau terlalu kokoh untuk dibongkar secara manual , maka
Buldozer saja ! Pasti terbongkar juga jalan buntunya.
2.
Helikopter
tehnik
Tehnik ini lebih advance lagi. Bila memang tidak
ada jalan ke sana ya kita naik
helicopter untuk mencapai tempat tujuan kita!
Dua tehnik di atas memang terkesan agak hiperbola, atau berlebihan pada
suasana yang umum. Tapi pada situasi deadlock
(buntu) dengan tingkat urgensi
tinggi, maka tehnik ini menjadi visible
untuk digunakan. Filosofi yang coba saya terjemahkan dari dua tehnik di atas
adalah pada saat menghadapi jalan buntu,
kita mesti mengerahkan segala kreatifitas, inovasi, serta sumber daya kita
untuk bisa mencapai tujuan kita. Bila saat ini memang belum ada jalan menuju
tujuan kita, tentu saja kita yang mesti membuat jalannya.
Sikap berpangku tangan, pasrah dan hanya mengeluh tidak
pernah berguna dalam menghadapi suatu masalah. Setiap masalah harus diselesaikan,
tujuan mulia harus bisa dicapai dengan segala daya upaya. As Peter Safar quote: ‘It is up to us to save
the world!’
Salam sehat dan bahagia



No comments:
Post a Comment