Wednesday, September 6, 2017

Beda antara 'cemas yang wajar' dengan 'gangguan cemas'

Dalam posting sebelumnya saya menulis bahwa kecemasan yang porsinya wajar itu sebenarnya bersifat normal. Cemas yang bersifat wajar akan hilang setelah ancaman atau kondisi yang tidak nyaman telah dapat diatasi.. Namun, bagaimana jika seseorang mengalami kecemasan yang persisten (terus menerus), tidak terkendali, terasa berlebihan, serta bersifat irasional dalam dalam kehidupan sehari-hari ?..  Apabila kecemasan mengganggu aktivitas sehari-hari mulai dari makan, bekerja, sampai mengganggu istirahat, maka seseorang tersebut mungkin mengalami gangguan kecemasan.


Bagi masyarakat yang tinggal kota besar seperti Jakarta, gejala cemas yang bersifat terus menerus mungkin sering dirasakan, namun kerap diabaikan. Pemahaman tentang urban mental health problem yang masih rendah di kalangan masyarakat membuat kondisi ini menjadi bahaya laten (tidak disadari) bagi kehidupan masyarakat modern.

Gangguan kecemasan adalah kondisi medis yang nyata dan serius. Sama nyatanya dan serius layaknya gangguan fisik seperti penyakit jantung atau diabetes. Istilah "gangguan kecemasan" mengacu pada gangguan kejiwaan tertentu yang melibatkan ketakutan atau kekhawatiran yang bersifat ekstrem. Termasuk dalam kategori gangguan kecemasan adalah gangguan kecemasan umum (GAD), gangguan panik dan serangan panik, gangguan kecemasan sosial, mutasi selektif, kecemasan pemisahan, dan fobia spesifik.


Keterangan berikut berisi tentang perbedaan antara cemas yang bersifat ‘wajar’ dengan ‘gangguan cemas’.

Cemas yang masih wajar
Gangguan cemas
Cemas tentang cara membayar tagihan, kepastian pekerjaan, putus dalam hubungan asmara, atau peristiwa penting lain dalam hidup
Kecemasan yang bersifat terus menerus, serta substansinya berlebih / irasional yang menyebabkan stress yang nyata dan mengganggu aktifitas sehari- hari.
Rasa malu atau rasa tidak nyaman pada situasi sosial yang canggung
Menghindari situasi sosial karena perasaan takut dihakimi, malu atau dipermalukan.
Contoh kasus dimana seseorang merasa tegang atau berkeringat sebelum melaksanakan ujian, presentasi bisnis, pertunjukkan di suatu panggung, atau event lain yang signifikan
Mengalami serangan panik pada situasi yang dianggapa tidak nyaman, atau ketakutan akan mengalami serangan panik tanpa penyebab yang signifikan.
Rasa takut yang nyata terhadap objek, tempat, atau situasi tertentu. Misal: takut jatuh saat berada di pinggir jurang.
Rasa takut yang bersifat irasional dan menghindari objek, tempat, atau situasi yang sebenarnya tidak mengancam atau berbahaya. Misal : merasa sangat takut dan panik saat berada di keramaian.
Merasa cemas, sedih, atau gangguan tidur yang bersifat segera setelah kejadian yang bersifat traumatik. Rasa cemas hilang atau berkurang signifikan setelah penyebab cemas telah dapat diatasi atau berlalu.
Gangguan tidur yang berkepanjangan, mimpi buruk yang berulang, kesedihan atau luapan emosi yang berlebih dan berkepanjangan setelah kejadian traumatik ( lebih dari 2 minggu).

Pemahaman untuk dapat membedakan kecemasan yang bersifat wajar dengan gangguan cemas merupakan langkah pertama bagi seseorang untuk dapat merespon kecemasan yang dirasakan secara proporsional dan tepat. Cemas yang berlebih dapat mengurangi kualitas hidup Anda serta membuat hidup tidak produktif. Apabila seseorang dapat mendeteksi gangguan cemas sedini mungkin dan berkonsultasi pada tenaga kesehatan professional, maka  kondisi ini dapat ditangani dengan baik. Pada posting selanjutnya saya akan bagikan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk dapat mengatasi gangguan cemas.


Salam sehat dan bahagia.




No comments:

Post a Comment