Dalam posting sebelumnya saya menulis bahwa kecemasan yang porsinya
wajar itu sebenarnya bersifat normal. Cemas yang bersifat wajar akan hilang
setelah ancaman atau kondisi yang tidak nyaman telah dapat diatasi.. Namun,
bagaimana jika seseorang mengalami kecemasan yang persisten (terus menerus),
tidak terkendali, terasa berlebihan, serta bersifat irasional dalam dalam
kehidupan sehari-hari ?.. Apabila
kecemasan mengganggu aktivitas sehari-hari mulai dari makan, bekerja, sampai
mengganggu istirahat, maka seseorang tersebut mungkin mengalami gangguan
kecemasan.
Bagi masyarakat yang tinggal kota besar seperti Jakarta,
gejala cemas yang bersifat terus menerus mungkin sering dirasakan, namun kerap diabaikan.
Pemahaman tentang urban mental health problem yang masih rendah di kalangan
masyarakat membuat kondisi ini menjadi bahaya laten (tidak disadari) bagi
kehidupan masyarakat modern.
Gangguan kecemasan adalah kondisi medis yang nyata dan
serius. Sama nyatanya dan serius layaknya gangguan fisik seperti penyakit
jantung atau diabetes. Istilah "gangguan kecemasan" mengacu pada
gangguan kejiwaan tertentu yang melibatkan ketakutan atau kekhawatiran yang
bersifat ekstrem. Termasuk dalam kategori gangguan kecemasan adalah gangguan
kecemasan umum (GAD), gangguan panik dan serangan panik, gangguan kecemasan
sosial, mutasi selektif, kecemasan pemisahan, dan fobia spesifik.
Keterangan berikut berisi tentang perbedaan antara cemas
yang bersifat ‘wajar’ dengan ‘gangguan cemas’.
|
Cemas yang masih wajar
|
Gangguan cemas
|
|
Cemas tentang cara membayar tagihan, kepastian pekerjaan,
putus dalam hubungan asmara, atau peristiwa penting lain dalam hidup
|
Kecemasan yang bersifat terus menerus, serta substansinya
berlebih / irasional yang menyebabkan stress yang nyata dan mengganggu
aktifitas sehari- hari.
|
|
Rasa malu atau rasa tidak nyaman pada situasi sosial yang
canggung
|
Menghindari situasi sosial karena perasaan takut dihakimi,
malu atau dipermalukan.
|
|
Contoh kasus dimana seseorang merasa tegang atau
berkeringat sebelum melaksanakan ujian, presentasi bisnis, pertunjukkan di
suatu panggung, atau event lain yang signifikan
|
Mengalami serangan panik pada situasi yang dianggapa tidak
nyaman, atau ketakutan akan mengalami serangan panik tanpa penyebab yang
signifikan.
|
|
Rasa takut yang nyata terhadap objek, tempat, atau situasi
tertentu. Misal: takut jatuh saat berada di pinggir jurang.
|
Rasa takut yang bersifat irasional dan menghindari objek,
tempat, atau situasi yang sebenarnya tidak mengancam atau berbahaya. Misal :
merasa sangat takut dan panik saat berada di keramaian.
|
|
Merasa cemas, sedih, atau gangguan tidur yang bersifat
segera setelah kejadian yang bersifat traumatik. Rasa cemas hilang atau
berkurang signifikan setelah penyebab cemas telah dapat diatasi atau berlalu.
|
Gangguan tidur yang berkepanjangan, mimpi buruk yang
berulang, kesedihan atau luapan emosi yang berlebih dan berkepanjangan
setelah kejadian traumatik ( lebih dari 2 minggu).
|
Pemahaman untuk dapat membedakan kecemasan yang bersifat
wajar dengan gangguan cemas merupakan langkah pertama bagi seseorang untuk
dapat merespon kecemasan yang dirasakan secara proporsional dan tepat. Cemas yang
berlebih dapat mengurangi kualitas hidup Anda serta membuat hidup tidak
produktif. Apabila seseorang dapat mendeteksi gangguan cemas sedini mungkin dan
berkonsultasi pada tenaga kesehatan professional, maka kondisi ini dapat ditangani dengan baik. Pada
posting selanjutnya saya akan bagikan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk
dapat mengatasi gangguan cemas.
Salam sehat dan bahagia.




